Uneg-uneg

Tempat kami mencurahkan pikiran dan ide

  • Kalender

    Agustus 2008
    S S R K J S M
        Okt »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Arsip

  • Saran Anda

    Kami tergelitik untuk bertanya kepada anda semua para pengunjung blog ini. Kira-kira, anda ingin kami memposting artikel tentang apa saja? Nah jika anda meminta, kami akan berusaha untuk memenuhi permintaan anda tersebut. Jika ada dari anda yang ingin meminta kami untuk memuat sebuah artikel, silahkan hubungi kami. Hormat Kami, Rizky & Satrio
  • Buku-buku bermutu

Pahlawan, Nasibmu Kini

Posted by Rizky pada Agustus 25, 2008

Udara kemerdekaan yang telah kita hirup sekarang ini tidak terlepas dari hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kita. Kita mungkin telah mengenal nama-nama pahlawan besar seperti Jenderal Besar Sudirman, Urip Sumoharjo, Sayuti Melik, dan lain sebagainya. Tetapi di balik nama-nama besar itu pastilah ada pahlawan-pahlawan yang lain yang tidak di kenal.

Lalu di mana saja mereka sekarang? Kita mungkin tidak pernah berpikir bahwa mungkin saja ada tetangga anda yang merupakan veteran pejuang kemerdekaan.

Kita harus menghargai jasa-jasa para pahlawan, itulah yang telah di ajarakan kepada kta semenjak kita duduk di bangku Taman Kanak-kanak sampai sekarang. Tetapi apakah kita sudah melakukannya? Saya rasa belum. Lihat saja betapa carut marutnya negeri ini. Penyimpangan terjadi hampir di semua aspek kehidupan.

Bukan hanya itu, banyak diantara para pehlawan kemerdekaan yang masih hidup sekarang ini hidup dalam kemelaratan. Contohnya adalah Pak Samin, ia telah ikut berjuang dan bergerilya melawan penjajahan Belanda bersama Panglima Besar Sudirman. Tetapi apa yang ia dapatkan sekarang, tidak sesuai dengan apa yang telah ia korbankan. Ia hidup hanya mengandalkan gajinya sebagai penyapu jalan tol di Jakarta yang tentu saja tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Ada lagi Pak Giman, ia tinggal di sebuah rumah semi permanen di tepi sungai Ciliwung. Ia hanya mengandalkan hidupnya dari penghasilannya sebagai pemulung. Mereka bahkan tidak mendapatkan tunjangan dari negara. Mereka sering mengajukan tuntutan untuk mendapatkan tunjangan, tetapi mereka hanya diminta menunggu. Dan selama Puluhan tahun mereka menunggu tetapi tetap
tidak ada kejelasan, akhirnya mereka menyerah dan pasrah saja dengan keadaan mereka sekarang ini.

Apakah kita akan mejadi bangsa yang besar jika kita tidak menghargai jasa para pahlawan kita? Tentulah kita adalah bangsa yang kerdil jika kita tidak pernah mau menghargai para pahlawan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: